Minggu, 16 Agustus 2020

Indonesia for Adara's Competion

Pagi ini

Burung burung mulai bernyanyi

Bersama merayakan Hari ini

Garuda terbang Khatulistiwa terlintasi 

Menyaksikan seribu pulau bumi pertiwi

Tanah terkaya ciptaan Ilahi


 Hari ini

Tepat Tujuh puluh lima tahun terlewati

Merdeka di nobatkan untuk negeri ini

Merah putih terkibar di tiang tertinggi


Hari ini jua

Di tahun empat lima

Dentuman bom Hiroshima 

Menggemparkan dunia

Kesempatan untuk ulama dan pahlawan kita 

Mengambil alih Nusantara

Dan Palestina

Negara pertama yang mengakui Kedaulatan Indonesia


Hai pemuda, Kau tau sejauh apa ikhtiar para Pahlawan?

Demi mu, generasi harapan

Demi mu, Pemimpin Masa depan

Demi mu, Pencerah peradaban

Harta nyawa jadi Taruhan

Biarkan! Demi kata Merdeka terwujudkan


Kau tau?

Demi gelar merdeka menaungi

Ber tonton darah melumuri

Ribuan belulang memenuhi

Mayat mayat pejuang menyelimuti


Lantas Hari ini, detik ini?

Apa yang sudah kau lakukan untuk Negeri?


Bila para pejuang menggenggam bambu runcing

Bisakah kau balas jasa mereka walau seremeh kelingking?

Belajar, untuk bangsa dan agama, jadilah orang penting

Sejahterakan, Membersihkan koruptor sampai Maling


Hai pemuda!

Jadilah ulama yang Negarawan

Pun Cendekiawan yang dengan Islam ia tercerahkan

Biar tanah air kita ini, benar benar termerdekakan

Biar Surga Dunia ini tidak berantakan

Karena sebaik baik hukum untuk peradaban

Hanyalah Hukum Allah yang Maha Menciptakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aku Kesepian

Menemani Rintik Hujan pada Sabtu malam Sudut taman, Sendirian.. Aku Kesepian.. Ketika dua insan berpayung dibawah Rintik Hujan. Ak...