Bunda..
Gadis kecilmu sedang terluka...
Binasa ia
Dihancurkan oleh tangan mungilnya
Bunda..
Kapan ia bisa pulang?
Berhenti berjuang, mengemis kasih sayang
Bunda..
Jemarinya tak berbentuk
Ia seakan terkutuk
Lututnya terus tertekuk
Diujung sana ia duduk, terpuruk
Bunda..
Sejauh ini berlarinya begitu cepat
Satu dua, ia tersesat
Bertubi tubi jatuh dan terjerat
Tapi luka membuatnya semakin kuat
Duri tertusuk dalam
Dunia semakin kejam
Hari harinya hanya menunggu malam
Menanti kelam, muram, tenggelam
Gadis kecil, bertahanlah
Betapa menantinya sebuah indah
Lihatlah,
Akan ada hari senyummu tak kan musnah
Bahagia tak berkesudah