Jumat, 03 Juli 2020

Buku Favorit?

 Menit dan jam berlalu
Aku masih terdiam dalam renungku
Bertanya pada mata, Buku terbaik mana yang pernah kau baca?
Bukan hanya mata, apabila itu buku terbaik, pasti mengusik hati
membekas dalam kalbu.

        Lamunan ini terhenti, aku berfikir
Apa sebenarnya definisi buku itu sendiri?
Tumpukan kertas bertulisan, digabungkan jadi satu digenggam tangan
Himpunan halaman, berisikan tinta pekerjaan jari tangan

        Kalau itu definisinya?
Buku mana yang lebih baik daripada Qur'an?

Yang isinya adalah kata kata Zat yang menciptakan Alam
Zat yang Mengajarkan Adam lewat Qolam
Disampaikan dengan perantara Malaikat terpandang
Diturunkan kepada Manusia terbaik sepanjang zaman
Yang menulis pun, terpilih, bukan orang sembarangan

Tulisan yang di dalamnya tidak ada keraguan
Yang membacanya adalah orang orang dalam pelukan Tuhan
Membawa ketenengan dalam keresahan
Memberi Ketentraman dalam kegelisahan
Menciptakan Kebahagian dalam kesedihan
Obat dengan sebaik baik Penyembuhan.

        Apakah ada?
Bacaan terbaik selain Qur'an?

Aku yakin, cetakan dengan isi yang sama
Adalah cetakan terbanyak di dunia
Di sebarkan pada Tujuh Benua
Di tulis di seluruh belahan samudera
Rahmat diturunkan Tuhan benar benar kepada seluruh pembaca
Buku terbaik di semesta

Kebaikan selalu menyertai di sekitarnya

Malaikat terbaik adalah malaikat pembawanya
Rasul terbaik adalah rasul yang mengembannya
Malam dan bulan terbaik adalah waktu di turunkannya
Tempat terbaik adalah tanah dimana ia terbaca pertama kalinya
bahkan, Manusia terbaik adalah yang mempelajari dan mengajarkannya
Yang mencintai setiap kata akan di cintai oleh Rabbnya

    Ayolah? Bacaan mana yang mengeja setiap hurufnya saja mendapat Pahala?

        Huh, sudahlah
Membicarakannya tak kan ada habisnya
Mari jadi yang terbaik dari manusia
Interaksi, bertemu setiap hari
Membaca, mentadabburi
Mempersiapkan pertemuan yang dinanti
Yang dengan membaca kalam-Nya, akan diberi
Kunci kehidupan abadi.
Sebaik baik derajat, dan yang paling dekat dengan Ilahi.

Pandemi? Apa kabar Diri?

2020

Kalau dengar kata itu, hal pertama yang terlintas di fikiranku, adalah Pandemi,
bagaimana tidak? Fikir, Hati dan Diri semua terfokus pada semua ini, Bertanya -tanya, apa sebenarnya maksud Tuhan menskenariokan keadaan ini?.

Teori - teori berseliweran, dari kabar penimbun masker, berita ribuan jiwa menghadap Tuhannya, sampai ada yang bilang, semua ini dusta, Konspirasi katanya. 

Sampai aku bingung dalam memilah, Mana dusta? Mana Fakta?

Entahlah, fikirku kini satu, Mungkin Tuhan bosan melihat betapa kotornya Bumi ini, sebab itu Ia menyeleksi mana yang masih pantas untuk bertahan berjalan di bawah terik Matahari, dan mana yang sudah pantas untuk "Kembali", Dikubur bumi

Keduanya setara, tidak ada yang Lebih baik, atau lebih buruk. Hanya saja Tuhan sedang memilihkan 2 piihan untuk Manusia, yang mana ketika sudah sebuah pilihan dipilihkan Tuhan untuk hamba-Nya, itulah pilihan terbaik, itulah ketentuan terbaik.

Tugas kita sekarang? kita yang masih Tuhan beri kesempatan untuk menginjak bumi. Apalagi? Kalau bukan menjalani kehidupan dengan alasan yang di berikan Tuhan, kenapa kita diciptakan? Apalagi?? Kalau bukan menghamba, menghamba dan menghamba??.

Disini segalanya di pertanyakan, Otak, Hati dan Raga,

Apa kabarmu wahai Diri?
Bagaimana tugas dari Tuhanmu?
Apa yang terjadi dengan Penghambaanmu?

Disaat pertemuan antar hamba terhalang, Ketika seluruh batas antara diri dan Tuhan telah kandas, KAMU ADA DIMANA?

Wahai diri, jangan jadi kotoran bumi, jangan jadi sampah negeri
Pandemi adalah jalan terbaik yang Tuhan beri,
Ia melihat mana saja nikmat dari-Nya yang sudah Kau Syukuri?

Wahai diri, jangan jadi Hamba tak tahu diri!
Diberi Beribu Nikmat
Kau balas dengan Maksiat.

Wahai diri, biarlah seluruh manusia sibuk dengan memuaskan tawa, lewat fasilitas duniawi
 yang makin kesini menambah sampah dunia, 
Kamu, Menangislah, Merengeklah pada Tuhanmu.
Maka, suatu hari nanti, Tawa mu akan terasa lebih Indah,
dari tawa mereka yang fana.

Selamat Bercengkrama dengan Sang Pencipta!
Di Pandemi penuh Drama!

Aku Kesepian

Menemani Rintik Hujan pada Sabtu malam Sudut taman, Sendirian.. Aku Kesepian.. Ketika dua insan berpayung dibawah Rintik Hujan. Ak...