Pagi ini
Burung burung mulai bernyanyi
Bersama merayakan Hari ini
Garuda terbang Khatulistiwa terlintasi
Menyaksikan seribu pulau bumi pertiwi
Tanah terkaya ciptaan Ilahi
Hari ini
Tepat Tujuh puluh lima tahun terlewati
Merdeka di nobatkan untuk negeri ini
Merah putih terkibar di tiang tertinggi
Hari ini jua
Di tahun empat lima
Dentuman bom Hiroshima
Menggemparkan dunia
Kesempatan untuk ulama dan pahlawan kita
Mengambil alih Nusantara
Dan Palestina
Negara pertama yang mengakui Kedaulatan Indonesia
Hai pemuda, Kau tau sejauh apa ikhtiar para Pahlawan?
Demi mu, generasi harapan
Demi mu, Pemimpin Masa depan
Demi mu, Pencerah peradaban
Harta nyawa jadi Taruhan
Biarkan! Demi kata Merdeka terwujudkan
Kau tau?
Demi gelar merdeka menaungi
Ber tonton darah melumuri
Ribuan belulang memenuhi
Mayat mayat pejuang menyelimuti
Lantas Hari ini, detik ini?
Apa yang sudah kau lakukan untuk Negeri?
Bila para pejuang menggenggam bambu runcing
Bisakah kau balas jasa mereka walau seremeh kelingking?
Belajar, untuk bangsa dan agama, jadilah orang penting
Sejahterakan, Membersihkan koruptor sampai Maling
Hai pemuda!
Jadilah ulama yang Negarawan
Pun Cendekiawan yang dengan Islam ia tercerahkan
Biar tanah air kita ini, benar benar termerdekakan
Biar Surga Dunia ini tidak berantakan
Karena sebaik baik hukum untuk peradaban
Hanyalah Hukum Allah yang Maha Menciptakan