Ribuan kata menggelora
nafasku sesak menyiksa
ini mimpiku, begitu tajam aku menempuhnya
kertas, ia menjerit dan berkata
Hai Azfa bangun! ia menungguku untuk mengotorinya
tinta, betapa memberontaknya ia
memintaku untuk menggoreskan, mencoba
menagihku, katamu "kau mencintai nya?, mana?"
Ya, ini aku, Azfa Afiqoh Azkarinah
Pendamba kata, Pencinta tinta, Menyuarakan kata hati lewat tulisannya, itu kata nya sih, haha
Fakta buruknya ialah, ia mencintai menulis sedang membaca masih dalam masa mencoba merindukannya
Aku remaja muslimah, Bulan ini genap 2 windu, Aku lahir di titik terjauh Indonesia, dekat dengan negara tetangga, Tarakan, Kalimantan Utara
Amanah dakwah di pundakku, maka lengan padanya harus aku syukuri, bukan kukufri, dengan apa? mencoba manjaga kalam-Nya, menggunakannya sesuai dengan sebab ia di ciptakan, bermanfaat, menyebar kebaikan
maka disini, aku ingin di baca, bukan hanya menggoreskan tinta
Huh, Ini cinta, definisinya Rela.
Rela melakukan apa saja untuk yang di cintainya.
Dan Cinta, pastii, butuh pembuktian, bukan sekedar omong kosong belaka
maka tulisan ini adalah cintaku, tintaku, pembuktian bahwa aku mampu.
Berlembar lembar uang merah ku habis untuk itu, waktuku, ah segalanya.
Hah? apa? aku tidak salah dengar? segalanya katamu, kamu hanya berfikir, untuk bertindak? apakah sudah?
Ya, mimpi terbitnya buku dari umurku sewindu, sedang, Aku? belum percaya pada diriku, belum rela lelah untuk itu, aku coba lewat blog dan instagramku, suara hatiku sangat mengganggu, betapa ia sungguh meenggebu, dan ya dari sana datang hal yang paling ku takutkan, tangisku karena tinta yang ku gores, ternyata melukai hati jiwa lain, sempat rasanya aku ingin berhenti menulis, trauma rasanya.
Madani training, betapa nulis kolaborasi ini sungguh datang dengan tepatnya, Dibimbing untuk percaya, dan judul bukunya pun berkata, "Allah tau kita mampu" ah sulit rasanya di percaya, kata kata ini seakan berbisik "Allah tau kamu mampu menulis, maka ini, aku berikan jalan"
Yap, disinilah aku, menikmati setiap kata, goresan tinta, semoga hatiku berbahagia, karena suaranya bukan hanya di dengar tapi dibaca, pun semoga, semoga kata ini sampai ke hatimu, wahai pembaca!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar