Sabtu, 15 Agustus 2020

Begining of Madani

 Ribuan kata menggelora

nafasku sesak menyiksa

ini mimpiku, begitu tajam aku menempuhnya

kertas, ia menjerit dan  berkata

Hai Azfa bangun! ia menungguku untuk mengotorinya

tinta, betapa memberontaknya ia

memintaku untuk menggoreskan, mencoba

menagihku, katamu "kau mencintai nya?, mana?"


Ya, ini aku, Azfa Afiqoh Azkarinah

Pendamba kata, Pencinta tinta, Menyuarakan kata hati lewat tulisannya, itu kata nya sih, haha

Fakta buruknya ialah, ia mencintai menulis sedang membaca masih dalam masa mencoba merindukannya

Aku remaja muslimah, Bulan ini genap 2 windu, Aku lahir di titik terjauh Indonesia, dekat dengan negara tetangga, Tarakan, Kalimantan Utara

Amanah dakwah di pundakku, maka lengan padanya harus aku syukuri, bukan kukufri, dengan apa? mencoba manjaga kalam-Nya, menggunakannya sesuai dengan sebab ia di ciptakan, bermanfaat, menyebar kebaikan

maka disini, aku ingin di baca, bukan hanya menggoreskan tinta

Huh, Ini cinta, definisinya Rela.

Rela melakukan apa saja untuk yang di cintainya.

Dan Cinta, pastii, butuh pembuktian, bukan sekedar omong kosong belaka

maka tulisan ini adalah cintaku, tintaku, pembuktian bahwa aku mampu.

Berlembar lembar uang merah ku habis untuk itu, waktuku, ah segalanya.

Hah? apa? aku tidak salah dengar? segalanya katamu, kamu hanya berfikir, untuk bertindak? apakah sudah?

Ya, mimpi terbitnya buku dari umurku sewindu, sedang, Aku? belum percaya pada diriku, belum rela lelah untuk itu, aku coba lewat blog dan instagramku, suara hatiku sangat mengganggu, betapa ia sungguh meenggebu, dan ya dari sana datang hal yang paling ku takutkan, tangisku karena tinta yang ku gores, ternyata melukai hati jiwa lain, sempat rasanya aku ingin berhenti menulis, trauma rasanya.

Madani training, betapa nulis kolaborasi ini sungguh datang dengan tepatnya, Dibimbing untuk percaya, dan judul bukunya pun berkata, "Allah tau kita mampu" ah sulit rasanya di percaya, kata kata ini seakan berbisik "Allah tau kamu mampu menulis, maka ini, aku berikan jalan" 

Yap, disinilah aku, menikmati setiap kata, goresan tinta, semoga hatiku berbahagia, karena suaranya bukan hanya di dengar tapi dibaca, pun semoga, semoga kata ini sampai ke hatimu, wahai pembaca!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aku Kesepian

Menemani Rintik Hujan pada Sabtu malam Sudut taman, Sendirian.. Aku Kesepian.. Ketika dua insan berpayung dibawah Rintik Hujan. Ak...