Sabtu, 03 Oktober 2020

Biar berakhir baik

"Jika ingin mengitqonkan sesuatu , baca ia sebelum tidur, maka saat kau bangun, mulutmu akan reflek melantunkannya, karena apa yang kau baca telah masuk dalam alam bawah sadar."

Nasihat syekh kepada kami suatu hari.

Malam ini usai Rapat orsan dengan Direktur Markaz, via zoom, waktu Indonesia sudah memasuki tengah malam jam sebelas kurang katanya, sedang di Cairo kami masih menunggu waktu berbuka puasa.

Esok hari libur, tugas tugas yang tadi harus di ralat setiap divisi, kami garap hingga habis, sudah seperti pegawai TU yang lembur, bedanya kami bukan meminta tambahan gaji atau libur, yang kami minta, 

Ajruka, Yaa Rabb..

Detik detik terakhir, Ustadzah membaca janji kepengurusan yang nantinya akan kami ikrarkan, agar terbayang, sejauh mana kami harus memenuhi amanah ini.

Tugasku selesai, sebagai divisi Ibadah aku harus membuat table mutaba'ah ibadah seluruh santri, membuat standar operasional Imam, mengurus event ibadah pekanan sampai bulanan, seperti Tahajjud spesial 3 juz atau 5 juz.

Ngantuk menyerang, seharian ini, aku bergelut di depan layar, mataku nanar, setelah berbuka puasa aku mengecek kembali segala tugas, Terakhir aku iseng melihat sebuah tulisan, sedikit tabu, tapi entahlah, benar kata syekh waktu itu, sebelum tidur otak kita seakan otomatis menghafal segala hal, jadi tulisan itu terngiang dalam mimpiku.

Aku terbangun, persis seperti yang aku minta pada pemegang nyawa, jam 03.00. Aku beranjak dari kasur tipis lipat tiga, ku bangunkan Saudah disampingku. Memandang kamar mandi yang airnya sering pergi tanpa pamit, "ah dingin sekali sepertinya", Mesir akan kedatangan Musim dingin sekitar 2 minggu lagi.

Aku mencari kasur tipis milik santri lain, berharap setelah ini, air nya menghangat, haha walaupun mustahil.

Tak sadar, aku tertidur, lalu disinilah segala hal membuatku terngiang hingga pagi ini.

...


Di sebuah malam, Aku bertemu dengan orang aneh, kata hati, aku kenal dia dengan benar.

Obrolan obrolan receh tak seperti biasanya, tawa tawa sendu tak bernada,

Satu fakta aneh, entah kenapa aku merasa sangat sayang, tanpa pertanyaaan panjang.

Seakan hal sedih telah menyelimuti, dan hadirnya ia disini menenangkan hati.

Singkat cerita, Aku bercerita bebas, seperti segala beban aku lepas

Aku menangis lega, di pelukan orang ini.

Lantas sergap terperanjat bangun, dari segala hal mengerikan.

...

Aku kapok, mulai esok, tak kan ada lagi sebuah pengantar tidur tak diundang.

Selelah apapun hariku, aku berjanji, selalu mengakhiri dengan Qur'an di pelukan.

Mengingat pencipta, nikmat-Nya, ampunan-Nya.

Pun mengingat kotornya diri, memohon agar pulang nanti sudah suci

Agar yang hadir dalam mimpi, segala hal berbau surgawi.

2 komentar:

Aku Kesepian

Menemani Rintik Hujan pada Sabtu malam Sudut taman, Sendirian.. Aku Kesepian.. Ketika dua insan berpayung dibawah Rintik Hujan. Ak...