Aku mulai terseok seok
Di jalan tempatku berbelok
Jatuh air mataku disana, kapok
Ah, ini sebab aku menengok
Ribuan kali aku diserang
Ribuan kali jua aku menentang
Di sekitarku orang orang—
Berbahagia, bersenang senang
Ini tentang ketidak mampuan manusia
Yang berharap pada dirinya
agar bisa jadi yang paripurna.
Ini tentang kejahatan seorang insan
Pada dirinya ia gantungkan ribu harapan
Sebab harap kepada selain tuhan–
Berujung kekecewaan
Binasa ia.
Dihancurkan kegagalan
Dimakan angan angan
Hei!
Kita bukan pencipta!
Suka atau duka, harus kita terima
Perihal akhir, bukan kehendak kita
Berserah dirilah pada yang Kuasa
Banyak hal misteri
Yang manusia, suka sok ngerti
Contohnya
Berkespaktasi sempurna
pada diri sendiri
Padahal ia paham sekali
Lemah adalah sifat manusia sejati
Jatuhlah ia, di kerumunan manusia–
Yang penuh tawa
Yang tak ada kecewa
Sebab mereka menerima
Kurang lebih dirinya
Hei, terimalah
Berserah dirilah
Setelah lelah, pasrah!
Bukan menyerah!
Kita insan.
Kesempurnaan hanya milik Tuhan.
#diksiharian004
Ramadhan Day 2

Tidak ada komentar:
Posting Komentar