Foto ini diambil bertahun - tahun silam, wajah ummi tidak banyak berubah, tapi hari - hari terakhir wajah ummi terlihat lebih cerah, entah kesehatan ummi yang memang bertambah atau justru sungguh kebahagiaan dalam naungan ketenangan dari-Nya yang sedang bertumpah.
Aku bingung menuliskanmu dari mana, bagian mana, sebab kamu adalah candu yang tak mampu aku hentikan, tak akan ada kata usai, tak ada yang mampu selesai.
Dewasa ini, aku bahkan tetap gadis kecil ummi, sehebat, sekeren setegar apapun langkah aku tanpa ummi tau, di depan ummi aku akan tersungkur, merengek manja sebagaimana tahun - tahun lalu, menjaga warasku bahwa di kejam dan kerasnya dunia ini, lembut lenganmu menjadi pelindung dan penguat. Tidak tahu sudah berapa tusuk tertancap, tameng itu masih terpasang kokoh, kalaupun aku terlanjur terluka, kamu yang sanggup cabutkan duri - duri itu meski tanganmu pun ikut berdarah.
Dari sekian banyak pinta di dunia ini, dari sekian banyak yang sudah kita langitkan, satu ini adalah yang paling dalam; suatu hari, aku tetap lagi berkesempatan untuk memeluk erat tubuhmu, menatap lekat matamu, bersisian menertawakan dunia yang sering kali membuat kita menangis. Hari itu, di taman indah yang di bawahnya mengalir sungai - sungai.. Menanti janji Allah yang sangat nyata itu, sangat dekat itu..
Sebab harap tinggi nan dalam, sebab tidak mudah meraihnya.. berkilo meter raga kita semua berpisah, apabila jauhnya kita semua memberikan kedekatan pada pemilik kunci taman indah itu.. maka mari sama - sama kita saling menguatkan lewat doa - doa resah, agar jauh kita hari ini, justru yang akan mendekatkan kita di hari - hari itu.. yang bahkan satu jamnya beratusan tahun perbandingannya dengan kehidupan bumi yang kini sedang kita tapaki.
Pada tubuh mungil nan ringkih ini, yang dahulu susah payah kau kandung, kau besarkan, kau didik segala macam rupa, rela kau antar melintas udara dan lautan, di dalam mungilnya ada jiwa besar yang kokoh sedang bertumbuh, meniti hari - hari pembuktian bakti.
Pada riuh kepalanya, pada gelisah hatinya, kita saling berharap kesehatan dan keselamatan, kebahagiaan dalam kebaikan, selalu menyertai.
Padamu ummiku sayang, yang jutaan dan milyaran kali maaf dan terima kasih aku ucapkan, tak akan pernah sebanding dengan seluruh rasa yang kau korbankan.
18.01 CLT
Dari putri kecil ummi yang rindu ditimang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar