Tiap jiwa
Punya batas titik terlemahnya
Biasanya pada saat ini, seluruh manusia kembali pada yang menenangkannya
Apa yang dibutuhkannya
Dan aku disini
Bersama senggukan, tisu, dan air mata yang setia
Aku kira
Yang butuh dekapan itu bukan aku
Yang butuh senderan itu bukan aku
Tapi aku, sungguh memaksa
Dan aku, terlalu lelah dibuatnya
Senyum tak henti terukir
Itu yang selama ini ku sebut kebanggaanku
Di kala sungutnya manusia
Aku masih bisa mencoba untuk tertawa
Kuat,
Itu panggilku untuk senyumku
Tapi malam ini, tak begitu
Jasadku menolong hati yang begitu sering tersakiti
Yang selalu kuat karena sok kuat
Ya mau bagaimana lagi
Manusia memang lemah pada sejatinya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar